Dolar Negeri Paman Sam dalam Tren Melemah, Berkesempatan Perkuatan Yen Negeri Sakura Berlanjut

Dolar Negeri Paman Sam di Tren Melemah, Potensial Perkuatan Yen Negeri Sakura Berlanjut

Diposting pada

socialdarknet.com – Kuantitas tukar dolar Amerika Serikat (AS) sedang berada pada tren pelemahan. Berdasarkan data Investing.com, pada Selasa (21/11) pukul 18.29 WIB, indeks dolar Negeri Paman Sam turun 0,05% ke 103,26.

Dibandingkan tempat akhir Oktober 2023 yang berada di dalam 106,49, indeks dolar Negeri Paman Sam telah merosot 3,03%. Merujuk JISDOR Bank Indonesia, kurs USD-IDR pada Selasa (21/11) sebesar Rupiah 15.436, melemah 2,89% jika dibandingkan dengan akhir Oktober 2023 yang digunakan berada dalam Mata Uang Rupiah 15.897 per dolar AS. 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, dolar Negeri Paman Sam masih berada pada bawah tekanan setelahnya berita kenaikan harga Negeri Paman Sam yang mana lebih besar baik dari perkiraan pada pekan lalu. Angka Harga Pengguna (CPI) Amerika Serikat melandai menjadi 3,2% year on year (YoY) pada Oktober 2023, dari 3,7% di tempat September 2023 lalu prediksi konsensus 3,3%. 

“Data pekerjaan mingguan juga menunjukkan perlambatan lingkungan ekonomi tenaga kerja sehingga membantu prakiraan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya,” kata Sutopo pada waktu dihubungi Kontan.co.id, Selasa (21/11). 

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat alias US Treasury juga membebani dolar AS. Lebih lanjut, penguatan di area pangsa saham membatasi permintaan likuiditas dolar AS. 

Pasar memprediksi kesempatan 0% untuk kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 12-13 Desember 2023. Kemudian, bursa memperkirakan potensi 1% untuk kenaikan suku bunga 25 bps pada konferensi FOMC 30-31 Januari 2024.

Pasar kemudian memperkirakan prospek sebesar 29% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada rapat FOMC tanggal 19-20 Maret 2024 serta prospek sebesar 71% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan 30 April-1 Mei 2024.

Baca Juga  Rekomendasi Saham Bukalapak (BUKA) yang mana Berjuang Kembali Cetak Untung

Dengan kata lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga dipicu oleh para tukang jualan yang mana berspekulasi bahwa suku bunga Amerika Serikat dapat mulai turun tahun depan. Hal ini menyusul sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam yang lebih tinggi lemah dari perkiraan. 

“Investor saat ini mengantisipasi risalah FOMC terbaru lalu banyak data kegiatan ekonomi dalam Negeri Paman Sam untuk panduan lebih banyak lanjut,” ucap Sutopo. 

Dolar Negeri Paman Sam jatuh ke kedudukan terendah pada beberapa bulan terhadap mata uang utama lainnya. Penurunan tajam terlihat pada minggu ini terhadap yuan oleh sebab itu bank sentral China mengarahkan mata uangnya lebih lanjut tinggi.

Namun, secara teknis pelemahan indeks dolar Negeri Paman Sam mulai terbatas dan juga mungkin saja akan tertahan pada level 103. sebab itu beberapa pejabat The Fed sempat menyatakan bahwa kenaikan harga belum selesai diperangi sehingga membutuhkan pengetatan lebih lanjut lanjut. Hal itu kemungkinan itu masih akan mempertahankan sikap dolar AS. 

Untuk sementara, Sutopo menilai, Yen Jepun merupakan mata uang yang mana paling diuntungkan. Spekulasi bahwa The Fed mendekati akhir dari pengetatan kebijakannya mengurangi kekuatan dolar serta menguntungkan Yen.

Perbedaan imbal hasil 10 tahun antara obligasi pemerintah Amerika Serikat dan juga Negeri Matahari Terbit telah lama menyusut sebesar 55 basis poin, turun dari 4,15% pada 14 November 2023 menjadi 3,60%. Selain itu, perbedaan imbal hasil dua tahun telah dilakukan stabil dalam bawah level ketahanan penting di area 5,11. 

Penurunan selisih imbal hasil obligasi Amerika Serikat menghurangi daya tariknya di area mata  pemodal Jepun sehingga secara bukan dengan segera memberikan nilai plus bagi Yen. Sutopo memprediksi, kurs JPY akan menguat hingga kembali ke zona 145 per dolar AS, dari level ketika ini pada 147,73. 

Baca Juga  Term and Lifetime Insurance, What's the Difference?




Kontan.co.id
Creator : Zidan Ananda


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *