Usaha Tanpa Modal
Usaha Tanpa Modal

Ingin Punya Usaha Sendiri Tanpa Modal Jutaan? Coba Bisnis Dropship, Yuk!

Diposting pada

Siapa bilang Anda harus punya modal jutaan, bahkan sampai puluhan atau ratusan juta, untuk memulai usaha sendiri? Sekarang, Anda bahkan bisa punya bisnis sendiri walaupun tanpa modal, lho! Soalnya, di era digital saat ini, ada yang namanya peluang bisnis dropship, yang dapat Anda mulai dengan modal sangat kecil sampai bisa dibilang usaha ini tak butuh modal sama sekali.

Penasaran ingin tahu apa yang disebut sebagai bisnis dropship? Yuk, simak ulasannya berikut ini! Selamat membaca!

Apa Itu Bisnis Dropship?

Sekilas, bisnis dropship bisa dilihat mirip dengan bisnis reseller, di mana Anda menjual kembali barang milik orang lain (supplier). Hanya saja, ada satu perbedaan signifikan yang membedakan antara sistem dropship dengan sistem reseller.

Dalam sistem dropship, Anda sebagai penjual bisa berjualan langsung bahkan tanpa harus memiliki stok barang. Hal ini dikarenakan adanya supplier Anda yang bukan hanya bertindak untuk menyediakan produk yang dijual, tapi juga menyiapkan dan mengirimkan barang ke alamat pembeli. Meski begitu, Anda tak perlu khawatir – selama Anda memilih supplier yang terpercaya, nama penjual yang tertera pada paket adalah nama toko Anda, kok.

Dengan demikian, Anda sebagai seorang dropshipper akan lebih fokus untuk memasarkan dan menjual barang. Nantinya, dana yang dikirim pembeli hanya perlu Anda transfer sebagian ke supplier sesuai harga supplier. Sedangkan selisih antara harga jual dengan harga supplier alias keuntungannya bisa langsung Anda terima. Sistem keuntungannya memang mirip seperti reseller, tapi catat bahwa Anda tak perlu beli stok barang. Jadi, Anda bisa langsung jualan dan terima untung tanpa harus keluar modal untuk membeli stok barang dulu.

Baca Juga  Hal-Hal yang Harus Anda Lakukan Sebelum Mendaftar Adsense

Ada beberapa alasan mengapa peluang bisnis yang satu ini sering disebut-sebut sebagai bisnis tanpa modal. Salah satunya adalah karena Anda tak perlu keluar uang banyak untuk belanja stok barang. Di samping itu, Anda bisa langsung berjualan hanya dengan bermodalkan smartphone/laptop, koneksi internet, dan toko online di marketplace maupun di media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Kelebihan Jualan dengan Sistem Dropship

Masih ragu untuk memulai bisnis sebagai dropshipper? Yuk pahami dulu apa saja kelebihan metode jualan yang satu ini agar Anda semakin mantap membuat keputusan!

1.    Bisnis tanpa modal.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, peluang bisnis yang satu ini tidak butuh modal besar. Anda hanya perlu membuka toko online dan fokus memasarkan barang lewat smartphone. Mengingat smartphone adalah gadget yang pasti sudah Anda miliki, dan Anda pasti juga selalu berlangganan paket data, bisa dibilang Anda tak perlu keluar modal untuk mulai berjualan, kan? Apalagi semua urusan dari pengemasan sampai pengiriman barang akan diurus supplier, sehingga Anda juga tidak perlu keluar uang untuk membeli perlengkapan packing paket.

2.    Bisa jualan produk dari banyak supplier sekaligus.
Jualan dengan sistem dropship sangat fleksibel, lho! Salah satunya adalah karena Anda bisa menawarkan produk di etalase yang berasal dari beberapa supplier yang berbeda sekaligus. Dengan begitu, Anda pun bisa bebas memilih supplier dengan harga yang paling murah untuk keuntungan yang maksimal, kan?

3.    Tidak perlu sewa atau beli toko.
Salah satu alasan mengapa jadi dropshipper disebut bisnis jualan tanpa modal adalah karena Anda tak perlu punya toko fisik untuk bisa memulai usaha Anda sendiri. Berkat perkembangan teknologi internet, Anda bisa berjualan secara online yang lebih mudah dan ekonomis. Di samping itu, karena Anda tidak perlu punya stok sendiri untuk berjualan, Anda pun tidak perlu punya gudang untuk menyimpan stok sehingga lebih hemat tempat. Karena itu, banyak anak mahasiswa dan anak kos yang menekuni peluang usaha yang satu ini. 

Baca Juga  Berbagai Keuntungan Dalam Berbisnis Dropship

4.    Keluasan tentukan harga barang.
Dalam sistem reseller, biasanya Anda diharuskan untuk mengikuti harga jual standar yang harus Anda ikuti. Jadi, besarnya persentase keuntungan penjualan per produk juga sudah merupakan “harga mati” yang harus Anda patuhi, apalagi jika supplier Anda juga memiliki toko atau platform untuk menjual produk mereka. Sedangkan dalam sistem dropship, supplier cenderung lebih leluasa dalam menentukan harga jual barang, sehingga Anda pun bisa bebas tentukan sendiri besar keuntungan yang akan Anda peroleh dari penjualan per produk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *